Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kembali membahas tentang “Al Haq”, Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha benar, bahkan sebagai kebenaran itu sendiri. Makna al haq mencakup beberapa hal yaitu; pertama, Allah adalah kebenaran yang mutlak segala firman, janji, hukum dan ketetapan-Nya pasti benar dan tidak mengandung kebatilan. Kedua, Allah benar-benar ada dan nyata. Keberadaan Allah adalah hakikat yang paling nyata dan tidak bergantung kepada apapun. Ketiga, Sumber segala kebenaran. Kebenaran yang ada pada ilmu, akhlak, dan kehidupan berasal dari petunjuk Allah.
Allah berfirman yang artinya; kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum pada hari itu kepunyaan Allah. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat (Qs. Al An`am; 62).
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu (Qs. Al Haj; 6).
Maka maha tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan yang mempunya arsy yang mulia (Qs. Al Mukminun; 116).
Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah yang benar, lagi yang menjelaskan segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya (Qs. An Nur;25).
Demikianlah karena sesungguhnya Allah, Dialah yang maha tinggi lagi maha besar. Karena itulah cara merefleksikan spirit al haq adalah sebagai berikut;
Pertama; bersyukur dihati dengan cara menyakini bahwa Allah adalah zat yang maha benar, menyukai kebenaran dan orang-orang yang berbuat benar.
Kedua; bersyukur dengan lisan dengan cara mengucapkan alhamdulillahhirabbil `alamin, dengan terus memuji asma-Nya kita mohon dianugerahi kemampuan untuk mengerjakan yang benar, bukan malah sebaliknya.
Ketiga; bersyukur dengan perbuatan nyata seperti berusaha mencari, menemukan dan melaksanakan sesuatu yang benar.
Keempat; selalu berkata dan bertindak jujur, membela kebenaran meskipun sulit, menjauhi budaya berbohong, fitnah dan manipulasi, tidak manipulatif. Seolah-oleh perbuatan benar padahal hanya manis dikata-kata saja. Sementara perbuata sangat menyimpang dari kenyataan.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
