Oleh Bung Syarif**
Dengarkan kisah aduhai
Dendang arah kebijakan pengembangan dayah di masa Muallem-Dekfadh
Eksistensi Dayah Aceh mesti bergelora
Berbagai arah kebijakan strategis telah dirumuskan dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Aceh-nya
Dengarkan kisah aduhai
Dendang arah kebijakan pengembangan dayah di masa Muallem-Dekfadh
Keberadaan Aceh harus mempu mencetak kader ulama dan cendikiawan muslim
Dayah Tradisional fokus lahirkan kader ulama berwawasan global-nya
Dayah Terpadu melahirkan cendikiawan muslim dunia
Dayah Tahfidz melahirkan Hafidz/hafidzah bersanad
Dengarkan kisah aduhai
Dendang arah kebijakan pengembangan dayah di masa Muallem-Dekfadh
5 Pilar Transpormasi Dayah di Aceh mesti menjadi cita-cita besar-nya
Pertama, Digitalisasi Dayah; Penerapan Sistem Digital dalam manajemen administrasi operasional, proses pembelajaran agar lebih modern dan efisien
Kedua, Pengembangan SDM Unggul; Peningkatan Kompetensi Santri, Pendidik dan Pimpinan Dayah melalui pelaksanaan berbagai pelatihan dan lokakarya
Ketiga, Kemandirian Ekonomi Dayah; Pemberdayaan Unit Usaha Dayah/Pesantren
Keempat, Vokasi dan life skill; Pembekalan ketrampilan kerja, kejuruan dan vokasi untuk santri agar memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja
Kelima, Pembangunan Sapras; Pembangunan dan Perbaikan fasilitas belajar serta asrama yang layak untuk mendukung lingkungan pendidikan yang kondusif.
**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry
