Wed. Apr 29th, 2026

Oleh Bung Syarif*

Sahabat yang super, bahasan kita kali ini tentang Al `Alim. Secara umum dipahami zat yang maha mengetahui yang pengetahuan-Nya sempurna, serba meliputi baik yang lahir maupun yang batin, baik yang tampak maupun yang tersembunyi dari yang besar sampai yang sangat  kecil baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Allah berfirman yang artinya: “Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran (dari padanya)?” (Qs Al An`am;80).

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa disembunyikan oleh hati” (Qs; Al Mukmin;19).  “Katakanlah jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”. Dan Allah mengetahui apa-apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Qs. Ali Imran;29).

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Daia mengtahui rahasia dan lebih tersembunyi (dari rahasia itu) (Qs. Thaha;7).

Dalam Islam Allah sebagai Al `Alim merupakan sumber segala ilmu. Oleh karenanya ilmu yang dicari dan dikuasai oleh manusia berasal dari-Nya. Allah menurunkan wahyu dan menciptakan alam serta mengajarkan kepada manusia ilmu pengetahuan tentang apapun yang tidak atau yang kamu belum diketahui.

Tiada suatu becana manapun yang menimpa dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu muda bagi Allah (Qs. Al Hadid;22).

Sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakin-Nya (Qs. Al Baqarah: 255). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Qs. Al `Alaq:5)

Karna itulah spirit Al `Alim menjadi landasan bagi kita untuk kita refleksikan dalam kehidupan dengan cara sebagai berikut:

Pertama; menyakini sepenuh hati bawah Allah zat maha mengetahui, termasuk mengetahui tentang keinginan dan kemampuan hamba-hamba-Nya

Kedua; mensyukuri Al `Alim  dengan memujinya dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin. Allah telah mengaruniai ilmu dan pemahaman kepada orang-orang yang beriman, dimana dengan ilmu maka imanya semakin kuat, apalagi kemudian dikukuhkan dalam amal shaleh.

Ketiga ; mensyukuri Al `Alim dengan tindakannyata yaitu dengan meladani prilaku Rasulullah Muhammad SAW yang terpuji seperti menjadi insan yang berusaha belajar mencari Ilmu, mencari guru yang baik. Sehingga dengan ilmu yang dimiliki mencerahkan orang lain untuk snenatiasa taat kepada sang pencipta.

**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Wakil Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh 

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *