Oleh: Bung Syarif*
Perjalanan kami bersama Punggawa Dayah Banda Aceh
Jumat pasca giat bersih lingkungan kerja
Membersaia Kabilah Punggawa Dayah Kabinet Kolaborasi
Berjalan kaki, CPR menepi di pusaran Abu Kopi
Konon Kata Pemuda Abangda Jauhari Abu Kopi tempat mangkalnya tokoh di Pusat Ibukota, Hehe, Santai Bro jangan panik…
Kopi Mas, ungkap Jauhari Kabid Sapras dan Pengembangan Dayah, Pemuda Samalanga yang bermukim di Kuta Raja yang diamini TM Husni.
Teh Hijau kata Carlie Papa Romeo
Teh Sanger dingin ungkap Dinda Farni, Aton, Chairani.
Lima menit menjelang minum Teh Hijau, Aku ingat pesan Ayah: “setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi”
Selera boleh berbeda, Teh Hiau, Teh Manis, Sanger, Kopi serta berbagai menu nusantara terhampar di atas meja
Ya, Kopi menambah stamina dalam beraktivitas, ungkap Jauhari
Saat toke menanyakan, Pak anda mau saya sajikan kopi apa?
Ku jawab, aku pilih Teh Hijau tanpa gula atawa gula tropicana, hehe
Karna aku tahu yang ku mau..
Ku coba pindahkan tempat duduk
Menyapa Bang Gam Politisi Gerindra Lampeunerut yang juga hadir disana
Aku tanya, bagaimana rasanya kopimu?
Canda tawa semakin riang gembira
Ternyata pilihannya sama dengan Abangda Jauhari
Kopi Hitam, walau hitam tetap manis dan menggoda
Konon katanya…
Kedai Abu Kopi selalu ramai dikunjungi tokoh dan APH
Tempat mangkalnya berbagai komunitas dan penuh dengan kisah yang luar biasa
Disana jurus-jurus taktik muslihat diolah, hehe
Racikan taktik Ulee Balang membuat raja-raja terpeleset di sana
Bincangan Bisnis dan Politik dibahas dengan “Meuasap” di sana
Anda Boleh percaya dan boleh tidak percaya
Yang pasti Kedai Abu Kopi selalu ramai di Kunjungi
Silahkan mampir disana, Kami Hanya Cinta Teh Hijau saja
Abu Kopi memang bereh…..
**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Aktivis`98, KAHMI Aceh, ICMI Banda Aceh, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry
