Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Wajid”. Dipahami yang maha menemukan, yang maha memiliki segala sesuatu atau yang maha kaya dan tidak kekurangan apapun.
Makna al wajid mengandun pengertian bahwa Allah;
- Memiliki seluruh apa yang ada di langit dan di bumi
- Mengetahui dan menemukan segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya
- Tidak pernah mengalami kekurangan, kebutuhan atau kehilangan
- Menjadi sumber segala kecukupan bagi makhluk-Nya.
Allah berfirman yang artinya; Dan orang-orang yang kafir berkata; “hari kebangkitan itu tidak akan datang kepada kamu”. Katakanlah; “Pasti datang, demi Tuhamku yang mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu.Tidak ada tersembunyi dari pada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan di bumi dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata (luh mahfudz)” (QS. Saba;3)
Oleh karena itu seluruh perbuatan manusia memiliki konsekuensi untuk kehidupan berikutnya, maka orang-orang yang bertaubat dapat dikatakan bahwa yang bersangkutan telah mendapatkan jati dirinya sekaligus menemukan Rabnya. Allah berfirman yang artinya; Dan Kami tidak mengutuskan seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganianya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah maha penerima taubat lagi maha penyanyang (QS. Al Nisa`; 64).
Tentang kebaruan berbagai ciptaan-Nya di alam ini, Allah berfirman yang artinya, Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung di permukaan bumi supaya bumi itu tidak mengoyangkan kamu; dan memperkembangkan biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan kami turunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, maka perhatikanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berbeda di dalam kesesatan yang nyata (QS. Luqman; 10-11).
Oleh kerena itu, sebagai orang beriman, mestinya selalu mengembangkan akhlak mensyukuri al wajid baik dengan hati, lisan maupun perbuatan nyata. Karena itulah cara terbaik dalam merefleksikan spirit al wajid adalah sebagai berikut;
Pertama; mensyukuri al wajid di hati dengan menyakini bahwa Allah adalah zat yang maha menemukan, yang maha memiliki sesuatu, yang maha kaya dab tidak kekurangan apapun. Alllah menemukan hamba-Nya kemanapun bersembunyi, Allah membalas sekecil apapun perbuatan hamba-Nya.
Kedua; mensyukuri al wajid dengan lisan dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin, karena manusia dianugerahi kemampuan untuk belajar, meneliti dan menemukan hal-hal yang bermamfaat bagi hidup dan kehidupan.
Ketiga; mensyukuri al wajid dengan langkah konkret diantaranya yang paling penting adalah berusaha menemukan jati diri sebagai manusia, maka pasti akan menemukan Allah sebagai Rab sejati
Keempat mensyukuri al wajid dengan selalu bersyukur atas nikmat yang dimilik, merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan serta berusaha mencari ilmu dengan sungguh-sungguh untuk kemaslahatan umat.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
