Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Mumitu”. Dipahami sebagai Allah zat yang mematikan siapapun yang dikehendaki-Nya, baik manusia, jin, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Al Mumitu menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak atas kehidupan dan kematian seluruh makhluk. Tidak ada satu pun makhluk yang hidup atau mati kecuali dengan kehendak-Nya.
Makna dan hikmah Al Mumitu mencakup;
- Allah menentukan kapan dan bagaimana setiap makhluk akan meninggal
- Kematian adalah bagian dari ketetapan Allah yang penuh hikmah
- Mengingat siaf al mumitu mendorong manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat dengan memperbanyak amal shaleh
- Menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan akhirat selamanya
Dalil Al Qur`an yang maknanya;
“Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan”. (Qs. Yunus; 56)
Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang mengatur pergantian malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (Qs. Al Mukmin;80).
“Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu pula kamu akan dibangkitkan” (Qs.Al A`raf; 25).
Oleh karena itu setiap Rasul-Nya juga mengingatkan umatnya seperti dalam nukilan; “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan kerajaan bumi, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (Kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk (Qs. Al A`raf; 158).
Dan sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah (Qs. Al Taubah; 116). Katakanlah; “ Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapa yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab; Allah, maka katakanlah; “mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Qs. Yunus; 31).
Sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi (Qs. Al Hijr;23).
Karena itulah, spirit terbaik dalam merefleksikan Al Mumitu adalah sebagai berikut;
Pertama; mensyukuri dengan hati kita lakukan dengan benar-benar menyakini bahwa Allah selain maha menghidupkan segalanya, juga mematikan. Oleh karena itu baik hidup maupun mati itu sama-sama baik tergantung amalannya.
Kedua; mensyukuri al mumitu dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, semoga Allah memberikan keberkahan umur kita didunia serta kemuliaan hidup, serta saat ajal menjemput (meninggal) dengan husnul khatimah.
Ketiga; mensyukuri al mumitu dengan perbuatan nyata seperti senantiasa berbuat baik, karna setiap insan pasti mati, karna itu beramal shalehlah selagi masih diberik umur panjang. Taburlah kebaikan. Sucikan hati dengan selalu membaca al qur`an dan berzikir, agar hidup ini selalu indah dan damai.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
