Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Muhyi”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menghidupkan, yang maha meniup ruh kehidupan pada makhluk-Nya, yang maha menghidupkan semangat dan yang maha menghidupkan segalanya dari kematianya. Allah sebagai al muhyi memiliki kekuasaan untuk;
- Menghidupkan makhluk dari ketiadaan
- Memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk
- Menghidupkan kembali manusia setelah kematian pada hari kebangkitan
- Menghidupkan hati yang mati dengan iman, hidayah dan ilmu.
Dalil dalam al-Qur`an diantaranya:
“Dialah yang menghidupkan dan mematikan…” (Qs. Yunus; 56)
“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (Qs.Al An`am; 95).
“Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itupula kamu akan dibangkitkan (Qs. Al A`raf; 25).
“Dan sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali kali tidak ada perlindungan dan penolong bagimu selain Allah” (Qs. Al Taubah; 116).
Katakanlah; “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakan yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab; “Allah”,maka katakanlah mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya” (Qs.Yunus; 31).
“Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya lah kamu kembali (Qs.Yunus; 56)
‘Dan sesungguhnya benar-benar kami lah yang menghidupkan dan mematikan dan kami (pulalah) yang mewarisi (Qs. Al Hijr;23).
Hikmah mengimani al muhyi adalah sebagai berikut;
- Menyadari bahwa kehidupan adalah karunia Allah
- Bersyukur atas nikmat hidup dan kesehatan
- Yakin akan adanya kebangkitan setelah kematian
- Berusaha menghidupkan hati dengan ibadah, zikir dan amal shaleh.
Karena itulah spirit terbaik dalam merefleksikan Al Muhyi adalah sebagai berikut;
Pertama; mensyukuri al muhyi dengan hati kita lakukan dengan benar-benar menyakini Allah maha menghidupkan segalanya, menghidupkan motivasi kita serta menghidupkan ghirah dalam beragama.
Kedua; mensyukuri al muhyi dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil`alamin dengan cara memperbanyak pujian. Dan setiap bangun tidur mengucapkan alhamdulillahilladzi ahyana bakda amatana wa ilahi nusur, Alhamdulillah, Allah masih menghidupkan kita setiap hari dari kematian tidur kita.
Ketiga; mensyukuri al muhyi dengan perbuatan nyata seperti terus menghidupkan hati dengan berzikir dan membaca al-qur`an serta mengamalkan kandungannya, bersyukur atas nikmat hidup dan kesehatan, yakin adanya hari kebangkitan setelah kematian.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
