Sun. Apr 5th, 2026

Banda Aceh-Komunitas Sound of Nanggroe melaksanakan Pergelaran seni budaya yang bertajuk ” Aceh Coffee Day” berlangsung dari tanggal 13 sd 15 September 2024 bertempat di Hermes Palace Hotel Banda Aceh dimana puncak Pergelaran tersebut dilaksanakan pada 15 September 2024 malam , dalam pergelaran tersebut selain di isi Talkshow dengan Narasumber  Nick Thornton, Dr. Syarifudin Solong, juga Farm Coffee Dr. Salman Yoga serta dimeriahkan oleh Pergelaran musik Made in Made yang dimotori oleh Moeslim Arrasuly beberapa lagu hit yang dibawakan seperti Kopi Raggae, Coffee Day, Pengembara Coffee dan Coffee Time menambah semaraknya event tersebut.  

Kegiatan tersebut juga diselingi  pementasan puisi oleh seniman Aceh Djamal Syarief dan Fikar A Weda, di hadiri Ketua ICMI Banda Aceh bapak Iskandar, S.Sos, MM, Calon Walikota Banda Aceh Ir. Teuku Irwan Djohan, Calon Wakil Walikota Banda Aceh M.Afdhal B.Horns, Ketua Kamar Entertainment Indonesia- Aceh ibu Anara Desky, Ketua PPA Mustafa, GM Hotel Hermes Budi Saiful beserta GM Hotel lainnya, Para Seniman Aceh, Para Pimpinan LSM/Ormas, Entrepreneur Bidang Barista Coffee dan Para Jurnalis baik media Cetak maupun Media elektronik.

Dalam event tersebut juga dilakukan pelelangan 2 lukisan karya Zul MS dan Iswadi Basri dimana lukisannya berbahan dasar biji Coffee dan masing masing lukisan terjual Rp, 4,5 juta rupiah. Dalam kesempatan terpisah Bapak Iskandar selaku ketua ICMI Kota Banda Aceh, menyampaikan apresiasi kepada Para Seniman terutama Komunitas Sound of Nanggroe, Moeslim Arrasuly bersama kawan kawan yang telah berinisiatif mengelar Event Seni budaya yang bertajuk “Aceh Coffee Day,” hal ini selaras dengan telah ditetapkannya International Coffee Day pada tanggal 1 Oktober dan National Coffee Day. Menurut Iskandar Pergelaran event ini sangat bermanfaat agar kita lebih mengenal filosofi kopi yang sudah menjadi minuman kesukaan masyarakat di seluruh dunia, dimana  Kopi ini selain mempunyai nilai ekonomi, juga nilai persaudaraan / silaturrahmi, dan juga memutuskan sekat -sekat perbedaan antara berbagai tingkatan dan strata, dengan kopi akan meningkatkan energi dan hidup menjadi lebih indah dan nyaman.  Sementara seniman Aceh Fikar A Weda menyatakan dalam satu bait puisinya Secangkir Kopi sejuta cerita, tak ada Kopi tak ada cerita, lain kopi lain cerita, dan pergelaran ini juga sebagai Ajang hiburan bagi masyarakat, Ajange Promosi bagi Aceh baik Domestik maupun Manca Negara apalagi bersamaan dengan kegiatan PON XXI Aceh – Sumut yang sedang berlangsung, ungkap Iskandar yang juga Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahah, Hukum dan Politik. Di akhir Acara semua peserta dan undangan menyatakan deklarasi bersama Aceh Coffee Day  tanggal 15 September 2024, kita harapkan dapat dimasukkan sebagai kalender Pergelaran Coffee di Aceh.

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *