Wed. Jul 24th, 2024

Banda Aceh -Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI), Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH, mengatakan di Indonesia telah terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi, sehingga menjadi masalah besar bagi bangsa ini. Salah satu akibatnya kepentingan rakyat sering dilupakan oleh siapapun yang memerintah, sebab mereka lebih dipengaruhi oleh pemilik modal.

“Untuk itu, Syarikat Islam dan umat Islam harus fokus memperbaiki ekonomi umat dengan meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan dakwah ekonomi,” kata Hamdan saat menyampaikan arahan pada Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Aceh (DPW SI) Masa Jihad 2023-2028 di Anjong Mon Mata, Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (08/11/2023) malam.

Hamdan juga menganggap penting kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memajukan organisasi Syarikat Islam termasuk di bidang, politik, sosial, dan ekonomi. Dengan ini akan dapat membangun usaha kreatif mandiri atau UKM, bukan UMKM yang sering hanya mengharapkan terus dibantu.

Hamdan menegaskan, bidang jihad utama Syarikat Islam memperkuat ekonomi umat dengan menjadikan Aceh sebagai pusat pengembangan ekonomi Indonesia. Melalui gerakan struktural dan gerakan kultural, Syarikat Islam Aceh dapat mengembalikan kejayaan di bidang ekonomi. Aceh itu letaknya berdekatan dengan negara manapun, sehingga menguntungkan secara ekonomi.

DPW SI Aceh  Masa Jihad 2023-2028 yang dilantik antara lain Ketua Pimpinan Wilayah Zulmahdi Hasan, S.Ag., MH, Sekretaris Dr. H. Nasir Ibrahim, SE., M.Si, dan Bendahara Annas Abdul Karim, SH. Dilengkapi dengan Pengurus Harian Dewan Cendikiawan, Dewan Pakar, dan biro-biro.

Selain pelantikan, DPW SI Aceh memberikan penghargaan (award) tahun 2023 kepada tokoh yang telah berbakti dan sukses di bidang yang ditekuninya, seperti Kartini, NI sebagai Pengusaha Perempuan.

Berikutnya Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar mendapatkan penghargaan dalam kategori wartawan pengusaha media. Dia diberikan penghargaan atas dedikasinya sebagai wartawan dan pengusaha daerah di bidang media cetak.

Selain itu, juga penghargaan kepada Erli  Hasim mantan Bupati Simeulue tahun 2017-2022, sebagai kepala daerah penggerak ketahanan pangan yang berhasil menjadikan kabupaten tersebut sebagai kawasan pertanian produksi dengan program  “Humasa Sebel/Khumaha Hiba”.

DPW SI Aceh juga memberikan penghargaan kepada mantan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim. Dia mendapatkan penghargaan, karena telah melahirkan kebijakan pembatasan monopoli gerai retail di Abdya.

Teuku Rifal Amiruddin, mendapatkan penghargaan dalam kategori pengusaha transportasi berbasis syariat Islam. Tidak hanya itu, Ramli SE juga mendapatkan penghargaan dalam kategori pelaku ekonomi dan dunia usaha.

Terakhir DPW SI Aceh memberikan penghargaan kepada mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Dia diberikan penghargaan dalam kategori kepala daerah untuk program kesehatan masyarakat yang telah melahirkan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah SI Aceh, Zulmahdi Hasan mengatakan, para tokoh tersebut terpilih dan diberikan penghargaan karena selama ini telah mengbaddikan hidupnya untuk berkarya yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Kita memberikan penghargaan kepada tujuh tokoh tersebut, karena mereka inspiratif. Ini menjadi dorongan bagi kita untuk sebagai konsep dan pengalaman untuk kemajuan Syarikat Islam di Aceh,” katanya (red)

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *