Wed. Jul 24th, 2024

Banda Aceh- Yayasan Aceh Hijau berkerjasama dengan Unicef menggelar Kick off meeting Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) di Aula Bappeda Kota Banda Aceh, 10 Juli 2023. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kadisdik Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad, S.Sos, MM yang diwakili oleh Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Muhammad Syarif,SHI, M.H.

Kegiatan yang diikuti 18 peserta. Mendapat apresiasi Kepala Disdik Dayah Banda Aceh, dalam sambutannya Muhamamd Syarif mengatakan ;“Program Pro DAI ini diawali dengan melatih Fasilitator se-Aceh selama satu minggu di Hotel Mekkah dilanjutkan assessment kesejumlah dayah yang ada di Banda Aceh berdasarkan Parameter Unicef-Yayasan Hijau, yang akhirnya diputuskan 5 Dayah penerima program ini yaitu: Dayah Terpadu Inshafuddin, Babun Najah, Darul Ulum, Madinatul Fata dan Misbahus Shalihin Al Waliyah.

Sebagaimana dipahami  Pemerintah Aceh telah mendorong terwujudnya Dayah Ramah Anak sesuai Qanun Nomor 11 Tahun 2008 dan ini sejalan dengan Kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh tentang Kota Ramah Anak di Tahun 2023.

Dayah Ramah Anak adalah satuan Pendidikan formal, non forman dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak an perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakukan salah lainnya. Salah satu komponen prinsip Dayah Ramah Anak adalah proses belajar yang ramah dengan pendekatan Disiplin Positif (Dispo) berdasarkan budaya dan nilai-nilai agama Islam dalam membentu karakter anak penerus bangsa yang berakhla mulia. Sementara Direktur Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlManzhi dalam presentasinya mengatakan Yayasan Aceh Hijau bersama Unicef telah banyak melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Aceh. Pola-pola kekerasan itu terjadi di Gampong, Sekolah dan Dayah, ungkap Alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry.

Karna itu Bunda Syarifah setelah berdiskusi dengan Ayah Sob Jeunib, Ketua HUDA Aceh menaruh perhatian besar pada sejumlah Dayah untuk diterapkan Pendekatan Disiplin Positif sebagai instrument Pro DAI. Ada banyak cara dalam merubah prilaku Anak/Santri, tidak mesti harus dihukum (pendekatan pemberian hukuman) dalam merubah prilaku tidak baik. Akan tetapi ada pendekatan alternatfi lainnya yang lebih baik dan ini telah diterapkan di beberapa daerah di nusantara.

Dalam kegiatan tersebut juga dibuka ruang diskusi dan tanya jawab dengan pemangku kepentingan yang hadir meliputi; Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota, Kakanmenag Kota Banda Aceh, Ketua HUDA Kota Banda Aceh, Pejabat Bappeda Kota Banda Aceh, Baitalmal Kota Banda Aceh, Keuchik (Kepala Desa) dilocus dayah berada meliputi; Keuchik Lambaro Skep, Keuchik Gampong Keuramat, Keuchik Ie Masen Ulee Kareng, Keuchik Lampeot dan Keuchik Gampong Pande. Nantinya santri dan guru dayah yang terpilih dalam program Pro DAI akan dilatih dan dilakukan pendampingan secara berkelanjutan sesuia modul yang ada, sehingga punya wawasan baru dalam menagani problem kekerasan yang terjadi dilingkungan Dayah serta memfasilitasi dalam penyusunan kebijakan dalam proses rujukan penanganan kasus kekerasan yang terjadi pada santri dayah. Dalam Implementasi tahap pertama akan dilakukan pada tiga dayah dulu, ungkap Syarifah. Tentu penentuannya berdasarkan hasil assessment dan kajian Tim Yayasan Aceh Hijau-Unicef.(red)

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *