Thu. Feb 22nd, 2024

Oleh Bung Syarif*

Pemuda Kelahiran Beureunun, Pide 20 Juni 1978 ini adalah sosok politisi yang layak disebut negarawan. “Farid Nyak Umar” adalah tokoh muda yang sudah tak asing lagi di Banda Aceh. Selain dikenal sebagai ustazd yang acap mengisi khutbah Jumat di masjid-masjid, Farid juga dikenal sebagai pribadi yang bersahaja. Tokoh Politisi Partai Keadilan Sejahtera Kota Banda Aceh ini juga pernah dikaderkan menjadi Kader Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA) Aceh 1994-1995 oleh Alm. A. Rahman Kaoy, Tgk Safwani Zainun, S.Ag serta Dr. A.Mufakkir Muhammad, MA. Beliau masuk ISKADA karna dorongan orang tua. Pesan Ayahnya; Wahai Ananda engkau wajib masuk ISKADA agar kelak kamu jadi pemimpin. Dasar itu pula Farid Nyak Umar melanglang buana dan sangat lincah dalam memimpin Parlemen Kota Banda Aceh.

Dikenal sebagai politisi yang bersih, santun, kritis dan pekerja keras serta giat membela kepentingan masyarakat. Perjalanan karier politik pria kelahiran Yaman Barat, Beureunuen, ini begitu apik. Ia pernah menjadi anggota dewan di usia yang masih belia. Ya, Farid Nyak Umar pernah menjadi wakil rakyat di DPRK Banda Aceh saat ia berumur 24 tahun, tepatnya pada pemilu 2004 sebelum Tsunami.

Sebagai Politisi, Farid Nyak Umar bersama dengan eksekutif kala itu terlibat secara langsung dalam penataan kembali Kota Banda Aceh Pasca Tsunami, khususnya yang berkaitan dengan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Dengan segudang pengalaman. Maka tak heran Farid memahami persoalan Banda Aceh secara baik, meliputi bidang pelayanan publik, air bersih dan sanitasi lingkungan, transportasi darat, Pendidikan, Kesehatan hingga persoalan-persoalan sosial keagamaan.

Bila sempat berdiskusi dengan Farid, maka anda akan menangkap cakrawala sosok Politisi yang punya pemahaman yang utuh seputar Kota Banda Aceh dengan segala dinamikanya. Maka tidak heran, jika ia sangat paham seputar persoalan Kutaraja. Alumni Fakultas Teknik Unsyiah ini, Selasa, 8 Oktober 2019 dipercayakan sebagai Ketua DPRK Banda Aceh periode 2019-2024. Kepiawaiannya dalam berkomunikasi dengan seluruh stakeholder tak diragukan. Berhadapan dengannya di parlemen harus kuat mental karna narasi dan argumentasinya sangat cadas, kritis dan mengguliti.

Setidaknya itulah pengalaman saya menghadapi beliau disaat sidang komisi kala bertugas di BKPSDM Kota Banda Aceh, dan kini mengabdi pada Disdik Dayah Banda Aceh sejak 2016 hingga sekaran.

Keberpihakan Farid Nyak Umar pada guru TPQ, Balai Pengajian, Majelis Taklim dan Dayah tidak diragukan lagi. Pena Sehatnya bergoyang. Jari jemantiknya senantiasa membuat guru TPA/TPQ ceria. Kami seringkali mendampinginya saat memberikan bantuan di beberapa TPQ se-Kota Banda Aceh. Pemberian Wireles, Meja Belajar, Alat Peraga Edukasi TPQ, baju santri dan guru dayah, baju guru TPQ serta berbagai bantuan lainnya termasuk bantuan dalam upaya peningkatan SDM guru TPQ.

Tentunya selaku Mantan Sekjen DPP ISKADA Aceh dan Kader ISKADA, bangga pada kanda Farid Nyak Umar, salah seorang senior ISKADA yang pernah di kaderkan oleh Alm Ayahanda A.Rahman Kaoy. Sukses terus Kanda. Kami doakan semoga istiqamah dalam membantu Lembaga Pendidikan Agama Islam (TPQ, BP, MT, Dayah) di Kota Banda Aceh

*Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Fungsionaris KAHMI Aceh, Mantan Aktivis`98, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute, Penggiat Lembaga Bantuan Hukum

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *