Wed. Feb 28th, 2024

Oleh Ayu Rahmadani, S.Pd*

Dayah merupakan lembaga pendidikan keagamaan.Selain sebagai lembaga pendidikan dayah juga sebagai lembaga dakwah. Peran dayah tidak sampai disana dayah juga berperan sebagai pemberdaya masyarakat untuk mengembangkan potensi fitrahnya. Serta membuat manusia menjadi individu yang lebih baik.

Generasi sekarang atau generasi milenial memiliki IQ ( Intellectual Quotient) yang lebih baik namun juga mengalami kemerosotan pada EQ atau EI (Emotional Intelligence) dan SQ atau SI (Spiritual Intelligence). Hal ini membuat para beberapa generasi milenial gagal dalam kesuksesan.

Demi meningkatkan EQ dan SQ dayah sangat berperan dalam generasi milenial. Hal ini disebabkan oleh fungsi dayah sebagai lembaga lembaga pendidikan keagamaan. EQ dan SQ biasanya didapatkan dari pembelajaran keagamaan. Dimana aktivitas dayah mengharuskan individu untuk dapat saling membantu.

Manusia hakikatnya adalah makhluk sosial. Hal ini berarti manusia membutuhkan manusia lain. Dalam interaksi manusia dibutuhkannya adab. Adab digunakan untuk mempersuasifkan manusia lain. Dikarenakan kondisi-kondisi yang telah terjadi selama ini. Maka generasi milenial sekarang kembali memboyong dayah-dayah yang ada.

Namun keeksisan dayah yang dulu tidak sama sepanjang masa. Dayah telah banyak mengalami polaritas yang naik-turun. Dimana dayah yang dahulu sangat populer dan nama yang besar dibandikan lembaga-lembaga pendidikan lainnya, khususnya Aceh.

Pada Masa kesultanan terdapat banyak “daar” dimasa lalu. Diangkat dari hasil penelusuran Chairan M. Nur dari pusat penelitian UIN Ar-Raniry. Artinya sangat Eksisnya dayah dahulu. Namun para pejuang-pejuang dayah tidak surut semangatnya walaupun kopupuleran dayah mengalami pasang surut.

Akibat pimpipinan-pimpinan dayah dan kader-kader yang tetap berjuang demi eksistensi dayah hal tersebut sudah kita rasakan sekarang ini. Eksistensi dayah di era milenial ini kembali bangkit. Didukung oleh data dari serambi tahun 2022 “fakta mengembirakan tentang pesatnya pertumbuhan dayah di Aceh” hal tersebut dikatakan oleh Dr. Iqbal yang menjabat pesabagai kepala Kantor Kementrian Agama.

Eksisnya dayah juga menimbulkan minat pada generasi melenial untuk menjadi santri. Dengan melonjaknya peminat dayah hal tersebut tidak luput dari peran pemimpin- peminpin saat ini yang mayoritasnya berada di lingkup politik.

Banyak yang beranggapan bahwa dayah maupun alumni dayah hanya sebatas mengaji atau membaca kitab. Tidak adanya alumni yang menjadi penggobrak dunia. Hal tersebut yang dipikirkan oleh umumnya masyarakat.

Namun, sekarang yang terjadi tidak seperti yang dipikirkan oleh masyarakat dahulu, tapi banyaknya para alumni dayah yang menjadi tokoh masyarakat. Baik dalam politik ataupun penegak hukum.

Seperti yang baru terjadi pada haikal. Haikal yang merupakan anak dayah yang lulus akpol tahun 2022. Hal ini dijelaskan oleh serambinews (2022) “Haikal, Alumni dayah darul ulum yang lulus Akpol”.

Juga tokoh lain bahkan orang yang menjadi orang penting kedua di Indonesia yaitu K.H Ma’ruf Amin. Ma’ruf Amin yang menjadi wakil presiden Indonesia untuk periode 2019-2024. Ma’ruf amin menjadi wakil presiden yang ke-13 bersama Jokowidodo.

Dengan hadirnya Ma’ruf Amin yang merupakan alumni dayah sebagai pesohor negeri membuat eksistensi dayah semakin populer. Hal tersebut mematahkan persepsi masyarakat bahwa alumni dayah tidak memiliki kemampuan bersaing dengan alumni non dayah.

Serta banyak juga alumni yang menjadi tokoh-tokoh petinggi yang tidak terekspos. Oleh karenanya peminat pesantren maupun dayah di era milenial telah mondobrak hal-hal yang dulu tidak dapat dilakukan. Hal ini yang membuat para generasi milenial memiliki minat untuk menjadi santri. Hal tersebut terlihat banyaknya pesantren atau dayah baru yang ada di Aceh. banyaknya dayah berarti banyaknya peminat untuk menjadi santri. Hal ini berarti kembali eksisnya dayah di era milenial.

*Penulis adalah Guru Dayah Tahfidz Al-Qur`an Baitussalihin,  Peserta Pelatihan Penulisan Ilmiah yang dilaksanakan Oleh Disdik Dayah Banda Aceh, 15-17 Agustus 2022 di Hotel Kyriad Muraya Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *