Wed. Feb 28th, 2024

Oleh Bung Syarif,*

Apel perdana Danki WH, memberikan pesan khusus kepada praja wibawa  yang bertugas runtin mengawasi pelanggaran syariat Islam. Jam menunjukkan pukul 21.00 Wib Pasukan Praja Wibawa yang terdiri dari personel Wilayatul Hisbah, Tim Intel dan Burgam terus menelusuri lorong-lorong di pusaran Kuta Raja.

Selasa, 26 Januari 2022 bertepatan dengan 26 hari kami bertugas sebagai Praja Wibawa terus melakukan gerakan gebrak maksiat, santun dan berwibawa. Pasukan diberikan intruksi khusus oleh Ustadz Fadli M,Nur Al Hafidz untuk tetap tegas, santun dan berwibawa dalam setiap melaksanakan tindakan di tempat. Pola dan haluan bari pergerakan malam sesuai arahan Ardiansyah, S.STP, M.Si Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

Kerja-kerja yang beresiko tinggi, nyawa sebagai taruhan adalah leksikon Praja Wibawa. Cacian dan makian sudah menjadi makanan sehari-hari. Kerja bagus belum tentu baik dimata lawan pelaku maksiat. Sedikit saja keliru dalam mengambil tindakan tentu sudah menjadi bola liar. Masa lalu beberapa personil Praja Wibawa sering bertengkar bahkan gedung dikepung oleh oknum instansi tertentu. Kami tidak ingin terulang kisah sulam yang mengerikan.

Praja Wibawa pernah disekap dan dihjar babak belur. Itu dulu. Kini kami berjuang dengan cara lain. Menyapa para Komandan TNI/Polri guna melindungi diri dari orang-orang tertentu atau oknum yang mengatasnamakan kesatuan ini dan itu. Langkah ini perlu guna membangun kekuatan penuh. Menyapa Komandan dan unsur pimpinan TNI/POLRI serta Wadansat Brimob Polda Aceh. Pimpinan Universitas yang ada di Banda Aceh, Ormas Islam, Muhtasib Gampong, Aparatur Gampong, Pimpinan Dayah dan beberapa Mitra Bestari lainnya mutlak diperlukan. Dan kami telah melakukannya selama bertugas. Tak ada yang tak mungkin jika kita bersatu. Dan ini tugas mulia.

Hari ke sepuluh kami bertugas, ada yang memuji dan ada yang mencaci. Itu wajar dan kami tidak ambil pusing. Meminjam pesan Ayahanda A.Rahman Kaoy, kader Iskada jangan kalah digertak. Bek meu-ep-ep. Jika kita menolong Agama Allah, maka Allah akan menolong kita.. Tugas di Praja Wibawa kami jalankan dengan baik sesuai dengan kewenangan yang kami miliki. Jika suatu saat kami mati syahid, maka itu adalah ajal dan kehendak Ilahi. Yang pasti kami tidak akan gentir jika diancam. Kami akan tetap berkerja santu, dan berwibawa. Walau nyawa taruhannya.

Dilapangan kami dicaci maki, dimedia kami dihujat. Itu adalah biasa. Yang kami takutkan kami dilaknat Allah jika membiarkan kemaksiatan. Kami bekerja sesuai regulasi dan kewenangan. Dan jangan paksakan kami bekerja diluar itu. Semua ada ranahnya. Bernegara tidak sendiri. Disinilah nanmpa dengan terang benderan mana senkuni dan mana kesatria.

Praja Wibawa kini berbeza haluan. Santun berwibawa dan menempatkan pelanggar sebagai manusia suci, tidak menghakimi apalagi menghujat yang bersalah. Kita anggap saja mereka belum sampai dakwah, atawa silap. Tugas kita membimbingnya. Jika kami dalam melangkah keliru, ingatkan. Jika kami terus dicaci, bisa saja suatu saat hilang kendali. Pagi, siang, hingga larut malam menjelang subuh kami bekerja. Lantas masih pahamkan tuan dan puan di pojok sana?.

Jika saja handai tolan, du sanak,tuan dan puan, kami halau untuk pulang kerumah di punghujung malam. Apakah pantas tuan dan puan marah pada kami. Padahal sudah selayaknya tuan dan puan berterima kasih pada personil Praja Wibawa, karna lewat kerja-kerja merekalah negeri yang bergelar serambi mekkah ini berjaya. Jangan kotori negeri kami dengan lakon yang tak terpuji.

Satu episode telah kita buktikan. Menyapu bersih Car Coffe di Stadiun Lampineng atawa Depan PMI Kota Banda Aceh. Itu semua berkat dukungan bersama. TNI/POLRI, Camat, Aparatur Gampong, Muhtasib Gampong, Linmas Gampong serta seluruh kekuatan Praja Wibawa (WH, Burgap, Intel). Tak ada yang tidak mungkin jika kita bersatu.

*Penulis adalah Praja Wibawa Kota Banda Aceh, Sekretaris Forum Muda Lemhannas Aceh, Dosen Legal Drafting Prodi Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Islam pada Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *