Wed. Jul 24th, 2024

Forum Muda Lemhannas Aceh,Helmi Musa Kuta, SH mengutuk keras terkait kebijakan Singapura mendeportasi Ustadz Abdul Somad (UAS) saat berkunjung ke negara itu, Senin sore 16 Mei 2022.

Kebijakan Singapura yang mendeportasi ulama kharismatik Indonesia asal Riau ini dinilai bentuk pelecehan terhadap Indonesia. Karna meminta Konsulat Diplomatik Indonesia untuk Singa Pura membuat nota keberatan atas sikap Negara Singapura.

Kita tahu Ustadz Abdul Somad merupakan dai nusantara dan lintas negara. Sebagaimana dipahami Brunai Darussalam dan Malaysia memberikan apresiasi dan kemuliaan bagi sosok UAS, ungkap Helmi yang juga advokat ini. Ini adalah bentuk pelecahan. Lagi pula kehadiran UAS kesingapura untuk berwisata

Ada apa dengan Singapura? Brunai dan Malaysia tidak mempermasalahkan. Bahkan UAS mendapat penghargaan. Ini melanggar dasar-dasar semangat ASEAN, “ujarnya.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengunggah foto dirinya di sosial media dan mengaku dideportasi dari Singapura. Dalam unggahan itu, UAS berada dalam ruangan sebelum dideportasi.

“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” tulis UAS dalam unggahannya.

Pendakwah kondang itu mengaku pergi ke Singapura bersama keluarga dan sahabat dalam rangka liburan. UAS tiba di Singapura pada Senin (16/5) siang.

Saat tiba di pelabuhan dan melewati proses pemeriksaan, istri, anak serta sahabatnya diizinkan masuk. Namun seorang petugas menarik dirinya. Padahal, menurutnya, seluruh berkas mereka untuk masuk ke negara itu sudah lengkap. Kita tidak ingin nasib yang sama nantinya dialami oleh pendakwah nusantara lainnya. Kita tahu ceramah UAS terkadang sangat menyengat orang-orang yang anti Islam. Ini patut diduga ada nuansa membongsai UAS dengan membangun framing radikalisme.

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *