Thu. Feb 29th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Mata ini masih berkunang-kungang sobat

Karna lelah menjalankan tugas negara

Giat malam menyelusuri lorong-lorong dipenghujung malam

Tak dapat dihindari. Telpon terus berdering disaat malam tiba

Saya baru tahu, beginilah ritme tugas Praja Wibawa

Tak kenal batas waktu dalam pengabdian

Hujan, badai, pasukan tetap setia menjalankan tugas sucinya

Giat Pengawalan Syariat Islam, Penegakan Trantimbun hingga penataan Pasar

Praja Wibawa selalu berada digarda terdepan

Sobat, tugas kita sangat berat

Salah sedikit saja beresiko tegangan tinggi

Benar tidak dihargai, salah dicaci maki

Bola mata semakin sayu sobat

Jam menunjukkan pukul 04.00 Wib dini hari, kita siap-siap bergerak

Bergerak menjalankan tugas suci, menata pedagang sesuai regulasi

Sobat kerja kita beresiko tinggi

Butuh seni dalam melerai situasi

Dilapangan tidak berlaku banyak teori

Yang diperlukan mental baja, dan sedikit seni

Salah dalam bertindak nyawa taruhannya

Sobat, saya menjadi saksi…

Beban berat Praja Wibawa dilapangan

Ada yang loyal dan ada yang melarikan diri

Ada juga mencari posisi aman dari serangan maut

Kawanku bilang, jaga diri, jangan terpancing dengan degelan maut

Karna disaat kita tumbang, hanya ada sekilo gula dan seuntai ucapan selamat

Selamat atas dedikasimu Para Praja Wibawa setia

Engkau telah menjalankan tugas negara dengan baik..

Semoga Allah senantiasa merahmati-Nya

Sukses terus, jangan gegabah dalam bertindak, gunakan seni dalam melerai situasi

*Goresan Pena Praja Wibawa Kota Banda Aceh, Sekretaris Forum Muda Lemhannas Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *